Main Menu

 
BOGOR - Dalam upaya mencetak lulusan yang kreatif dan berbudaya, Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung resmi melakukan kerja sama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (DISPARBUD) Provinsi Jawa Barat pada hari Selasa (25/05/21). Kerja sama ini diresmikan dengan penanandatangan MoA yang langsung ditandatangani oleh Rektor ISBI Bandung, Prof. Dr. Een Herdiani, S.Sen, M.Hum. dan Kepala DISPARBUD Jawa Barat, Dr. H. Dedi Taufik, M.Si.

Ruang lingkup kerja sama ini meliputi: Optimalisasi aset serta sarana dan prasarana milik kedua pihak untuk mendukung program pengembangan kepariwisataan dan kebudayaan di Jawa Barat sesuai dengan peraturan perundang-undangan; kolaborasi pelaksanaan event pariwisata, seni budaya dan ekonomi kreatif; penyelenggaraan program Pengabdian pada Masyarakat di Desa Wisata yang ada di Jawa Barat; pengembangan dan pertukaran data serta informasi melalui kegiatan penelitian yang dikembangkan oleh ISBI Bandung sebagai institusi Perguruan Tinggi; pengembangan sarana dan prasarana kota kreatif; pengembangan promosi produk ekonomi kreatif; pengembangan kapasitas sumber daya manusia melalui sosialisasi dan lokakarya sesuai program studi yang diselenggarakan ISBI Bandung; peningkatan kerja sama pengembangan budaya di Jawa Barat; pemanfaataan sumber daya manusia serta fasilitas yang dimiliki kedua pihak untuk mendukung kegiatan pelaksanaan Perjanjian Kerja Sama; dan kegiatan lainnya yang disepakati dan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

Sebagai Perguruan Tinggi yang berfokus pada seni dan budaya, ISBI Bandung bercita-cita mencetak generasi muda yang kreatif dan memiliki tanggung jawab dalam pelestarian budaya Indonesia. Untuk mencapai hal tersebut, dukungan dari instansi pemerintah sangat diperlukan untuk memfasilitasi ide-ide kreatif para generasi muda.  

Bertepatan dengan kegiatan perjanjian kerja sama ini, Gubernur Jawa Barat, Mochamad Ridwan Kamil, ST.,M.Ud atau yang biasa disapa Kang Emil melakukan peresmian gedung Creative Center yang berlokasi di eks Bakorwil, Kecamatan Bogor. Creative Center dibuat dalam rangka memfasilitasi para pemuda yang ada di Indonesia terutama di Jawa Barat untuk menuangkan ide-ide kreatifnya.

Ia mengatakan bahwa generasi muda mengambil peran yang sangat penting dalam industri kreatif di Indonesia. Oleh karena itu, Pemerintah Daerah perlu memfasilitasi ruang publik bagi para pemuda sebagai bentuk dukungan atas kebebasan berekspresi. Kang Emil juga mengatakan bahwa generasi muda perlu memiliki jiwa kompetitif agar dapat bersaing dengan para pemuda dari negara lain.

"Indonesia dapat menjadi negara adidaya ketiga atau keempat dengan syarat demokrasinya tidak boleh bertengkar, ekonomi harus dijaga diatas 5%, dan generasi muda harus memiliki jiwa kompetitif," katanya. 

Seperti yang diketahui, generasi Z dan X memiliki logika yang berbeda karena segala urusan generasi Z saat ini dapat dicapai dengan genggaman digital. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang ia paparkan, masyarakat usia dibawah 40 tahun sudah diatas 50%. Dengan kata lain, jika persentase tersebut terus bertambah maka tingkat produktifitas SDM juga harus tinggi.

“Jangan sampai 2045, persentase yang tadinya 50% akan menjadi 70%. Pertanyaannya apakah jumlah 70% itu apakah jadi mesin negara atau beban negara. Jadi mesin yang menciptakan karya-karya solutif atau yang meminta-minta bansos? Itu yang harus dipikirkan dari sekarang. Mereka (generasi muda) harus bersaing dengan generasi muda dari berbagai negara. Jadi, skill itu (kompetitif) harus dilatih,” tambahnya.

Selain itu, ia juga mengatakan bahwa salah satu ekonomi baru dari ekonomi 4.0 yaitu ekonomi gagasan bukan ekonomi keringat. Dengan adanya revolusi industri 4.0, para generasi muda saat ini dapat mencari penghasilan hanya dengan menggunakan gadget dari rumah. 

“Jangan kaget jika anak kita hanya rebahan tetapi bisa mendapat pemasukan. Ruang-ruang kreatif yang ada di Indramayu, Purwakarta, dan daerah lain di Jawa Barat bertujuan untuk mewadahi proses transformasi dari logika lama ke logika baru,” ungkapnya. 

Tidak hanya Kang Emil, selaku Walikota Bogor, Dr. Bima Arya Sugiarto, S.Hum., M.A. pun hadir dalam peresmian Creative Center untuk memberikan dukungan atas terciptanya fasilitas pendukung kreativitas generasi muda. Ia mengatakan bahwa pembuatan Creative Center merupakan bentuk bukti dan manifestasi bagaimana Kepala Daerah memiliki komitmen untuk memberdayakan anak muda yang kreatif.

“Hal ini membuktikan bahwa anak muda tidak hanya didekati untuk kepentingan elektoral. Saya yakin bahwa hal ini disambut gegap gempita oleh seluruh anak muda tidak hanya di Kota Bogor tetapi di seluruh daerah,“ katanya.

Ia berharap fasilitas ini dapat dirawat bersama-sama dan berharap pengelolaan bukan hanya dari pemerintah saja, tetapi dapat berkolaborasi dengan komunitas dan para generasi muda.

“Ini adalah eranya kolaborasi dan sinergi, maka mari saling berbagi untuk menjadi bagian dari solusi,” katanya.

 

ISBI Bandung
Pusat Kreativitas Berbasis Manajemen Seni dan Jejaring
Kampus Merdeka – Indonesia Jaya