Main Menu

    

Bandung – Dalam rangka Hari Kartini dan juga sebagaimana harapan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI tentang MBKM, maka Insitut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung menggagas adanya penandatanganan nota kesepahaman serentak dengan para pimpinan Perguruan Tinggi yang dipimpin oleh para Srikandi (rektor perempuan).

Acara ini dilaksanakan bertepatan pada hari Kartini, Rabu (21/4/21), pukul 12.30 WIB melalui video telekonferensi Zoom dan diunggah kembali di akun YouTube Official ISBI Bandung.

Ruang lingkup Kesepahaman Bersama ini meliputi kegiatan yang menyangkut: Pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi meliputi Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat; Program Merdeka Belajar - Kampus Merdeka; Peningkatan Sumber Daya Manusia; Tata Kelola; Pengembangan di Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Kesetaraan Gender; serta Kegiatan lain yang disepakati.

Rektor ISBI Bandung, Prof. Dr. Een Herdiani, S.Sen, M.Hum., mengatakan dalam sambutannya bahwa semangat juang sosok R.A. Kartini layak menjadi panutan setiap wanita di era milenial saat ini. 


“Kita belajar darinya bahwa tidak ada hal yang tidak bisa kita lakukan jika kita mau. Hal yang selalu saya ingat dari pernyataan salah satu tulisannya bahwa “jangan pernah memandang diri rendah hanya karena kita seorang wanita, semua bisa kita lakukan asalkan kita mau dan punya keinginan yang kuat untuk melakukan itu". Kita sangat beruntung dapat mengenyam pendidikan sebagai hasil buah tangan Kartini,” ungkapnya. 

Selain itu, beliau juga menambahkan bahwa wanita harus tetap dalam kodratnya meskipun emansipasi wanita telah berlaku di era milenial saat ini. 

"Di era milenial ini, emansipasi benar-benar memberikan kesempatan yang sama bagi perempuan untuk berprestasi di berbagai bidang. Sama halnya dengan yang dilakukan pria. Namun, kita perlu ingat bahwa sebagai perempuan, di tengah semangat emansipasi perempuan tetap harus dalam kodratnya," tambahnya.

Tidak hanya melakukan penanda tanganan nota kesepahaman, para pimpinan Perguruan Tinggi wanita juga mengapresiasi dan mengenang perjuangan sosok R.A. Kartini dengan membacakan surat-surat beliau untuk sahabatnya di Belanda. Dilengkapi dengan pembacaan surat-surat Kartini dan Feodalisme, Kartini dan Kepedulian Sosial, Kartini dan Kekritisan terhadap Nilai-Nilai Barat, serta Kartini dan Pendidikan, penanda tanganan MoU serta perayaan Hari Kartini terasa lebih takzim. Surat-surat tersebut dibacakan oleh lima rektor Perguruan Tinggi wanita diantaranya UIN Raden Fatah Palembang, UPN “Veteran” Jakarta, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Institut Kesenian Jakarta, dan Universitas Singaperbangsa Karawang. 

Rektor UIN Raden Fatah Palembang mengawali pembacaan surat-surat Kartini dengan membacakan surat yang bertemakan "Kartini dan Feodalisme" yang ditujukan untuk Stella, kerabat Kartini di Belanda. Selanjutnya, surat Kartini kepada Nyonya Abendanon tentang "Kartini dan Kepedulian Sosial" dibacakan oleh rektor UPN "Veteran" Jakarta. Di urutan ketiga, Rektor UIN Syarif Hidayatullah memiliki kesempatan untuk membacakan surat Kartini kepada Profesor Anton dan Nyonya tentang "Kartini dan Pendidikan". Lalu, rektor Institut Kesenian Jakarta melanjutkan pembacaan surat Kartini kepada Nyonya Abendanon. Pembacaan surat-surat Kartini ini diakhiri oleh rektor Universitas Singaperbangsa Karawang dengan membacakan surat bertemakan "Kartini dan Kekritisan terhadap Nilai-Nilai Barat". Semangat juang sosok R.A. Kartini dapat dirasakan melalui surat-surat yang dibacakan para rektor wanita Perguruan Tinggi di Indonesia.

Dua belas rektor wanita Perguruan Tinggi di Indonesia yang ikut andil dalam penandatanganan MoU ini diantaranya adalah ISBI Bandung, Universitas Padjajaran, Universitas Singaperbangsa Karawang, Universitas Sam Ratulangi, UPN “Veteran” Jakarta, UIN Raden Fatah Palembang, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Hasanuddin, Universitas Negeri Manado, Universitas Udayana, Institut Kesenian Jakarta, dan Institut Teknologi Nasional.


Para rektor wanita Perguruan Tinggi di Indonesia melakukan penandatanganan MoU secara daring melalui video telekonferensi Zoom. Namun, rektor UIN Raden Fatah Palembang memiliki kesempatan untuk melakukan penandatanganan secara luring di ISBI Bandung.

Setelah penandatanganan nota kesepahaman berakhir, ISBI Bandung menggelar taklimat media untuk memberikan kesempatan kepada media yang ingin mewawancarai para rektor tersebut. Beberapa media yang hadir diantaranya adalah Jawa Pos National Network (JPNN), Detikcom, Antara, iNews, Pikiran Rakyat Digital dan Cetak, Vox Sulut, Sundanesia, serta Medcom. 

Dengan adanya penandatanganan nota kesepahaman antara para rektor perempuan Perguruan Tinggi diharapkan dapat memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kemajuan pendidikan di Indonesia dan khususnya para perempuan di era saat ini. **

ISBI Bandung
Pusat Kreativitas Berbasis Manajemen Seni dan Jejaring
Kampus Merdeka – Indonesia Jaya