Main Menu

  

Bandung - Pada hari Senin (24/05/21), Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung resmi melakukan perjanjian kerja sama dengan Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut. Perjanjian kerja sama ini ditandatangani langsung oleh Dekan Fakultas Seni Pertunjukan, Dr. Lilis Sumiati, S.Sen., M.Sn. dan Camat Selaawi, Ridwan Effendi, S.STP., M.Si. Proses penandatanganan ini berlangsung di Kantor Kecamatan Selaawi yang beralamat di Jalan Raya No.1, Selaawi, Kabupaten Garut, Jawa Barat. 

Seperti yang diketahui, Kecamatan Selaawi Kabupaten Garut memiliki sumber daya alam bambu yang cukup potensial untuk dikembangkan. Tidak terbatas untuk memenuhi peralatan rumah tangga seperti bobokonyiruaseupanbilik dll. Namun bisa merambah pada pengembangan alat musik. Oleh karena itu, Camat Selaawi mencoba memberikan ide untuk membuat alat musik dari bambu yang diberi nama Celentung. Selain itu, ia juga menciptakan lagu Mars Selaawi. Bahkan, saat ini di daerah Selaawi sedang dibangun suatu pusat kawasan pedesaan industri bambu kreatif dengan sebutan Selaawi Bamboo Creatif Centre (SBCC). Kekayaan potensi daerah ini memerlukan pendampingan dari Perguruan Tinggi seni untuk mengembangkan seni budaya lokal secara kreatif dan inovatif.

   

Kehadiran Fakultas Seni Pertunjukan (FSP) ISBI Bandung menjadi amunisi dalam merealisasikan program tersebut. FSP tentunya menyambut dengan antusias atas  niat baik dari pihak Selaawi untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman. Sebagai tindak lanjut dari silaturahmi awal pada hari Sabtu, 20 Maret 2021, maka kedua belah pihak bersepakat untuk mengadakan kerjasama secara formal dalam bentuk penandatanganan MoA atau PKS yang telah dilaksanakan pada hari Senin lalu. 

Dalam ruang lingkup perjanjian kerja sama ini, kedua pihak sepakat untuk bekerja sama dalam Program Pemagangan Mahasiswa/Praktek Kerja Lapangan terutama dalam pelaksanaan Merdeka Belajar - Kampus Merdeka; Pengembangan dan pendampingan desa binaan yang dibentuk menjadi desa wisata; Peningkatan sumber daya manusia dalam program berbasis kompetensi yang mengacu pada standar industri, dan ekonomi kreatif; Narasumber Workshop/Seminar/Pelatihan; Kunjungan Industri; Penempatan dan Pemberdayaan Fresh Graduate Lulusan terbaik, khususnya yang berasal dari daerah setempat; Pemanfaataan sumber daya manusia serta fasilitas yang dimiliki kedua pihak untuk mendukung kegiatan pelaksanaan Perjanjian Kerja Sama; Serta kegiatan lainnya sesuai dengan kesepakatan.

Respon positif juga datang dari para kepala desa yg ikut menghadiri. Mereka mengharapkan sekali campur tangan dari pihak ISBI baik dosen maupun mahasiswa. Mengingat  banyak potensi seni yg perlu dibina dan dikembangkan.

Dr. Lilis Sumiati, S.Sen., M.Sn. selaku Dekan FSP berpendapat bahwa FSP akan mulai terjun ke lapangan untuk membuat karya seni tari khas Selaawi pada bulan Juni 2021 sebagai bentuk respon dalam mewujudkan kerja sama ini.

"Karya seni ini tentunya akan mengedepankan potensi bambu baik dalam koreografi maupun alat musiknya. Hal itu sebagai upaya mengangkat ciri identitas dari potensi alam Kec. Selaawi," tambahnya. 

Dengan adanya penandatanganan MoA ini diharapkan dapat mempererat sinergitas antara FSP dan Kecamatan Selaawi, terutama dalam bidang seni dan budaya.

ISBI Bandung
Pusat Kreativitas Berbasis Manajemen Seni dan Jejaring
Kampus Merdeka – Indonesia Jaya